Menjadi Umat Muslim Yang Terbaik
Assalamualaikum Wr.Wb.
Pada hari ini Senin, 12 November 2018 kami berkesempatan mendapatkan ilmu dari LPPIQ (Lembaga Pendidikan & Pengkajian Ilmu Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Ansori. LPPIQ adalah lembaga pembelajaran yang berhubungan dengan pengkajian Al-Qur’an. Pada kesempatan kali ini kami pun diajak unuk belajar mengartikan Al-Qur’an. Pada kesempatan ini kami dibimbing untuk mengenal dan belajar Al-Qur`an dengan menggunakan metode Tilawati oleh pemateri langsung dari Pondok Pesantren Nurul Falah diantara lain: Bpk. Toha Mahsun, Bpk.H. Ali Muaffa, dan Bpk. Hari Susandi. Tilawati merupakan metode belajar Al Qur’an yang disusun oleh 4 orang guru Al Qur’an dan motor penggerak gerakan TK-TP Al Qur’an Jawa Timur. Yakni, KH. Masrur Masyhud, S.Ag, KH. Thohir Al Aly, M.Ag, KH. Drs. H. Hasan Sadzili, dan Drs. H. Ali Muaffa.
Saat ini memang sudah marak pembelajaran Al Quran dengan metode tilawati.Metode tilawati ini menggunakan nada lagu ross, salah satu jenis lagu yang digunakan dalam membaca Al Quran. Disini bapak Ali Muaffa berpendapat bahwa bahwa saat ini orang – orang muslim banyak yang belum bisa membaca Al-Qur’an, hal ini dikarenakan metode yang digunakan kurang sejalan dengan perkembangan zaman yang akhirnya membuat banyak masyarakat memiliki pemikiran bahwa belajar Al- Qur.an sangatlah SULIT sekali. Dan terbukti juga dari penilitian Kementrian Agama bahwa Masyarakat Indonesia Banyak yang belum bisa membaca Al-Qur’an dan salah satu faktor nya adalah karena Statis nya Metodologi yang di gunakan atau pendekatan dalam belejar Al-Qur’an masih banyak yang kurang. Bapak Muaffa juga menanyakan kepada kami apakah sulit untuk mempelajari Al-Qur’an, dari kami ada bermacam- macam jawaban. Ada yang menganggap mudah dan ada yang menganggap sulit. Sebetulnya hal itu tergantung dari diri kita sendiri, dari kemauan kita. Apakah kita betul – betul niat untuk mempelajari Al-Qur’an. Beliau juga mengatakan bahwa orang yang terbaik adalah orang – orang yang belajar Al-Qur’an dan mengamal kan nya ke masyarakat luas.
Teknik yang digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an kali ini adalah dengan 3 cara, yang pertama, guru membaca sedangkan murid menyimak, kedua, guru membaca murid menirukan sedangkan yang ketiga dibaca bersama – sama. Teknik yang berulang – ulang ini cocok untuk orang yang benar – benar ingin belajar Al-Qur’an, karena dengan teknik pengulangan akan membuat murid cepat mengingat pelajaran yang didapat. Selain menggunakan teknik pengulangan, pengajaran di pondok ini juga menggunakan tilawat, dimana pada saat murid membaca Al-Qur’an menggunakan lagu. Biasanya disini memakai lagu ros, karena lagu ini adalah lagu yang paling sederhana. Kami juga dilatih menggunakan lagu ros, dan memang lagu ini lebih mudah.
Sebagai orang awam yang hanya sekedar membaca Al-Qur’an biasa saja, saya sangat bersyukyur dan amat berterimakasih kepada Prof. Dr. Moh. Ali Azis, M.Ag selaku dosen pembimbing karena telah mendatangkan pemateri yang luar biasa sehingga saya dapat menyadari bahwa pengetauhan mengenai Al-Qur’an memang sangat minim dan saya masih harus mencari ilmu mendalam mengenai Al-Qur’an. Manfaat membaca al-Qur’an menggunakan lagu diantara lain adalah memudahkan penguasaan materi dan membuat orang semangat serta sunnah nabi. Saya mengutip dari artikel Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag yang berjudul "menembus tandus" selengkapnya ada di blog https://www.terapishalatbahagia.net bahwasannya “Lihatlah mereka yang sedang bersiap menuai padi. Perhatikan padi yang semakin menunduk ke bumi karena isinya. Mengapa bobot intelektual Anda tidak bisa menundukkan emosi dan spritualitas Anda? Sudah sejauhmana kontribusi Anda untuk umat manusia dengan keilmuan dan serba-kecukupan Anda? Jika tidak bisa menjadi pohon yang berbuah, jadilah pohon rindang yang meneduhkan, atau menjadi rumput yang menyegarkan pendangan. jika Anda berspiritualitas emas dan tiada henti memberi manfaat untuk kesejahteraan dan kedamaian manusia, maka keharuman Anda kekal di alam semesta dan di sisi Allah. Tapi, jika Anda buih, maka segara lenyap tertiup angin, lalu keberadaan Anda sama dengan ketiadaan Anda (wujuduk ka’adamik). “Adapun buih itu, ia akan hilang dan tak berharga sama sekali, sedangkan yang bermanfaat bagi manusia, maka ia tetap di bumi” (QS. Ar Ra’d [13]: 17) atau Mudah nya "orang yang berhati lembut dan berakal cerdas untuk menyerap ilmu dan agama, menghayati dan mengamalkan dan mengajarkannya pada orang lain. Ia bagaikan tanah gembur yang menyerap air hujan dan menumbuhkan berbagai tanaman yang dibutuhkan manusia.
Pada hari ini Senin, 12 November 2018 kami berkesempatan mendapatkan ilmu dari LPPIQ (Lembaga Pendidikan & Pengkajian Ilmu Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Ansori. LPPIQ adalah lembaga pembelajaran yang berhubungan dengan pengkajian Al-Qur’an. Pada kesempatan kali ini kami pun diajak unuk belajar mengartikan Al-Qur’an. Pada kesempatan ini kami dibimbing untuk mengenal dan belajar Al-Qur`an dengan menggunakan metode Tilawati oleh pemateri langsung dari Pondok Pesantren Nurul Falah diantara lain: Bpk. Toha Mahsun, Bpk.H. Ali Muaffa, dan Bpk. Hari Susandi. Tilawati merupakan metode belajar Al Qur’an yang disusun oleh 4 orang guru Al Qur’an dan motor penggerak gerakan TK-TP Al Qur’an Jawa Timur. Yakni, KH. Masrur Masyhud, S.Ag, KH. Thohir Al Aly, M.Ag, KH. Drs. H. Hasan Sadzili, dan Drs. H. Ali Muaffa.
Saat ini memang sudah marak pembelajaran Al Quran dengan metode tilawati.Metode tilawati ini menggunakan nada lagu ross, salah satu jenis lagu yang digunakan dalam membaca Al Quran. Disini bapak Ali Muaffa berpendapat bahwa bahwa saat ini orang – orang muslim banyak yang belum bisa membaca Al-Qur’an, hal ini dikarenakan metode yang digunakan kurang sejalan dengan perkembangan zaman yang akhirnya membuat banyak masyarakat memiliki pemikiran bahwa belajar Al- Qur.an sangatlah SULIT sekali. Dan terbukti juga dari penilitian Kementrian Agama bahwa Masyarakat Indonesia Banyak yang belum bisa membaca Al-Qur’an dan salah satu faktor nya adalah karena Statis nya Metodologi yang di gunakan atau pendekatan dalam belejar Al-Qur’an masih banyak yang kurang. Bapak Muaffa juga menanyakan kepada kami apakah sulit untuk mempelajari Al-Qur’an, dari kami ada bermacam- macam jawaban. Ada yang menganggap mudah dan ada yang menganggap sulit. Sebetulnya hal itu tergantung dari diri kita sendiri, dari kemauan kita. Apakah kita betul – betul niat untuk mempelajari Al-Qur’an. Beliau juga mengatakan bahwa orang yang terbaik adalah orang – orang yang belajar Al-Qur’an dan mengamal kan nya ke masyarakat luas.
Teknik yang digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an kali ini adalah dengan 3 cara, yang pertama, guru membaca sedangkan murid menyimak, kedua, guru membaca murid menirukan sedangkan yang ketiga dibaca bersama – sama. Teknik yang berulang – ulang ini cocok untuk orang yang benar – benar ingin belajar Al-Qur’an, karena dengan teknik pengulangan akan membuat murid cepat mengingat pelajaran yang didapat. Selain menggunakan teknik pengulangan, pengajaran di pondok ini juga menggunakan tilawat, dimana pada saat murid membaca Al-Qur’an menggunakan lagu. Biasanya disini memakai lagu ros, karena lagu ini adalah lagu yang paling sederhana. Kami juga dilatih menggunakan lagu ros, dan memang lagu ini lebih mudah.
Sebagai orang awam yang hanya sekedar membaca Al-Qur’an biasa saja, saya sangat bersyukyur dan amat berterimakasih kepada Prof. Dr. Moh. Ali Azis, M.Ag selaku dosen pembimbing karena telah mendatangkan pemateri yang luar biasa sehingga saya dapat menyadari bahwa pengetauhan mengenai Al-Qur’an memang sangat minim dan saya masih harus mencari ilmu mendalam mengenai Al-Qur’an. Manfaat membaca al-Qur’an menggunakan lagu diantara lain adalah memudahkan penguasaan materi dan membuat orang semangat serta sunnah nabi. Saya mengutip dari artikel Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag yang berjudul "menembus tandus" selengkapnya ada di blog https://www.terapishalatbahagia.net bahwasannya “Lihatlah mereka yang sedang bersiap menuai padi. Perhatikan padi yang semakin menunduk ke bumi karena isinya. Mengapa bobot intelektual Anda tidak bisa menundukkan emosi dan spritualitas Anda? Sudah sejauhmana kontribusi Anda untuk umat manusia dengan keilmuan dan serba-kecukupan Anda? Jika tidak bisa menjadi pohon yang berbuah, jadilah pohon rindang yang meneduhkan, atau menjadi rumput yang menyegarkan pendangan. jika Anda berspiritualitas emas dan tiada henti memberi manfaat untuk kesejahteraan dan kedamaian manusia, maka keharuman Anda kekal di alam semesta dan di sisi Allah. Tapi, jika Anda buih, maka segara lenyap tertiup angin, lalu keberadaan Anda sama dengan ketiadaan Anda (wujuduk ka’adamik). “Adapun buih itu, ia akan hilang dan tak berharga sama sekali, sedangkan yang bermanfaat bagi manusia, maka ia tetap di bumi” (QS. Ar Ra’d [13]: 17) atau Mudah nya "orang yang berhati lembut dan berakal cerdas untuk menyerap ilmu dan agama, menghayati dan mengamalkan dan mengajarkannya pada orang lain. Ia bagaikan tanah gembur yang menyerap air hujan dan menumbuhkan berbagai tanaman yang dibutuhkan manusia.
Sekian dari saya semoga karya tulis ini benar benar bermanfaat bagi para pembaca Assalamualaikum Wr.Wb


sudah bagud. tingkatkan lagi belajarnya
BalasHapuswahhh saling membantu
BalasHapusehh sangat membantu
BalasHapusgud lah pokoke
BalasHapus